Sabtu, 26 September 2015

RINDU

Entah malam yang makin menyiksa, ataukah hati yang memang sudah tak kuasa. Rupanya Tuhan membiarkan jarak dan waktu bertahta terlalu lama. Setelah tiga tahun lamanya mengenal nama, Tuhan mengehadiahkan satu tahun tambahan tuk kita saling mengenal lagi. Ada keraguan mendalam awalnya. Namun, mencintaimu dengan tiba-tiba adalah bukti bahwa ada Dzat yang Maha Mengatur cinta. 

Aku mulai mengandaikan hari dimana hati kita menjadi halal untuk saling bertautan. Air mata haru berderai tak malu-malu mewakilkan syukur yang tak terukur. Bahwa akhirnya Tuhan mempertemukanku dengan sosok yang dahulu tak pernah ku andaikan. Aku ingin kita bersanding dengan nyata. Bergandengan tangan dengan penuh harap keberkahan. 

Mencintaimu mas, adalah mengerti bahwa kamu tak seutuhnya pangeran negeri dongeng dengan segala kesempurnaannya. Mencintaimu mas, adalah bersiap mempersembahkan ketaatan terbaik yang mampu ku lakukan. Mencintaimu mas, adalah pemberian-Nya.. yang patut ku syukuri, lagi dan lagi.

Senin, 02 Februari 2015

SEKILAS CERITA TENTANG PPL

Setelah melewati masa KKN, adalah wajar bagi kami mahasiswa FKIP untuk mengikuti PPL (Praktik Pengalaman Lapangan). Kegiatan PPL mengharuskan kami untuk terjun langsung ke lapangan, merasakan kenikmatan menjadi guru. Kenapa saya katakan kenikmatan?, Karena memang benar adanya. setelah melewati masa PPL dan setelah sekarang benar-benar menjadi guru di sebuah sekolah luar biasa, saya rasakan pekerjaan guru adalah pekerjaan yang nikmat!. Bagaimana tidak?. Setiap hari santapan kami adalah tawa renyah anak-anak. Tak peduli bagaimana kondisinya, anak-anak selalu punya tawa renyah yang jauh lebih nikmat dibandingkan dengan makanan mewah manapun.

PPL saya jalani di SLB A YKAB Surakarta. Sebuah sekolah yang akan selalu saya kenang, karena keberadaannya memberikan pelajaran-pelajaran hidup untuk saya nikmati di hari kemarin, sekarang dan saya harap di hari kemudian.

Minggu, 14 September 2014

BOCAH-BOCAH TUKO

Sebentar lagi, tepat sebulan saya dkk meninggalkan Tuko. Desa penuh kenangan di Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Sebulan lebih kami disana, seumur hidup mungkin kami mengenangnya. 
Bagi kami, Tuko bukan sekedar desa dengan jalannya yang berlobang-lobang, atau debunya yang menjengkelkan. Tuko bukan sekedar desa yang terkenal akan sate kambingnya, Tuko lebih dari sekedar semua yang orang ceritakan. Saya rasa, kami punya separuh hati yang tertinggal disana. Separuh hati yang kami tinggal bersama bang freddy, mak yah, mbak mah, ibu puji, bapak puji, mas cilok, dan tentunya bocah-bocah Tuko yang hampir setiap hari mengisi hari-hari kami disana. Tak penting mereka anak bos, anak guru, anak bidan, petani, pedagang, atau siapapun. Yang terpenting adalah semangat yang selalu mereka bawa ke posko kami di samping warung sate Hj.Sarinem. Juga antusias mereka mengikuti sosialisasi-sosialisasi kami yang ala kadarnya.

Kamis, 13 Februari 2014

KETIKA KAU PULANG NANTI

Ketika kau pulang nanti,
Semoga segalanya sudah membaik
Kita berjalan direl yang benar
Tanpa ganjalan, tanpa aral melintang

Ketika kau pulang nanti,
Semoga ego kita sudah terlindas kereta yang lewat
Hingga batin-batin kita suci,
raga kita sehat sentausa

Kamis, 02 Januari 2014

AKHIR 2013 YANG MANIS DI BROMO

Mempunyai sahabat-sahabat yang manis adalah dambaan setiap orang. Pun mengunjungi tempat-tempat yang manis bersama para sahabat yang manis., Adalah kebahagiaan yang tak terkira :)  Seperti akhir Desember lalu, saya dan para sahabat manis berkunjung ke Bromo, gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur.

Bromo yang mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kab Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Kab Malang. Membutuhkan waktu sekitar 8 jam bila ditempuh menggunakan mobil dari Solo. Mobil yang kami naiki hari itu berisi 6 orang. Amat disayangkan 2 sahabat saya yang lain berhalangan ikut :(

Ternyata prakira  manusia memang tak selamanya benar. Yang tadinya kami menargetkan 8 jam, ternyata jadi hampir 12 jam. Itu terjadi karena kami sempat tersesat, berputar ke tol arah Surabaya. Maklumlah Kami hanya mengandalkan GPS demi perjalanan kali ini

Jumat, 20 Desember 2013

SOWAN KEDIAMAN RAJA

Perjalanan kali ini adalah memblusuk ke kraton Surakarta dan sekitarnya. Mencari tau tentang sejarah yang banyak dilalaikan orang. Menelisik tiap sudut yang dahulunya tempat tinggal mereka-mereka yang jaya dan diagung-agungkan. Melihat dengan mata telanjang saksi bisu kekuasaan di masa silam.

Keraton Surakarta Hadiningrat didirikan oleh Sunan PB II pada tahun 1744 sebagai pengganti Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat geger Pecinan 1743. Keraton Surakarta sebagaimana yang dapat disaksikan sekarang ini tidaklah dibangun serentak pada 1744-45 namun dibangun secara bertahap dengan mempertahankan pola dasar tata ruang yang tetap sama dengan awalnya.

saya bukan orang sejarah, namun perjalanan kali ini benar-benar menggugah. Perjalanan ini saya lalui bersama teman-teman baru. Ini adalah program dari komunitas Blusukan Solo yang bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Gratis! dengan fasilitas yang memuaskan.